Senin, 13 Januari 2014

Mempersiapkan Pembangunan Fasilitas Kereta Bandara

Salah satu alasan penutupan pintu M1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, ialah terkait dengan pengembangan bandara tersebut, antara lain pembangunan jalur KRI dan stasiun kereta.

Senior General Manager PT Angkasa PT Angkasa Pura III Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno Hatta, Bram Bharoto Tjiptadi mengatakan pertumbuhan penumpang pesawat di bandara internasional tersebut mencapai 19,2 persen per tahun sehingga pemerintah terdorong menyiapkan moda transportasi alternatif.

Penutupan pintu M1 dilakukan karena pembangunan jalur dan stasiun kereta api bandara. Pembangunan akan dimulai pada Januari dengan investasi sebesar Rp 170 miliar.

Bram mengungkapkan akan ada tiga sistem moda kereta yang bakal dibangun di Bandara Soekarno Hatta.
Pertama, airport express yaitu kereta bandara dari Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Jalur itu terletak di bawah tanah dan masuk ke area bandara, sejajar dengan Tol Sedyatmo.

Kedua, kereta komuter Tangerang, yang merupakan perpanjangan jalur Kereta Api komuter dari arah Tangerang dan masuk ke area bandara, melalui jalan M1.
Adapun kereta yang ketiga ialah people mover system (PMS). Itu merupakan sarana intermoda yang melayani perpindahan penumpang antar terminal.

Nantinya, kereta PMS akan berjalan otomatis secara horizontal dalam jarak relatif singkat, antara 1,5 dan 3,5 kilometer. Kereta PMS bakal terhubung dengan terminal 1, 2 dan 3.
Pada kesempatan lain, Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami saat konferensi pers MRT di Hotel Pullman, Jakarta (Kamis, 2/1), mengatakan jaringan mass rapid transit (MRT) Jakarta dirancang bisa terkoneksi dengan moda transportasi umum lainnya di DKI Jakarta, termasuk KRL Bandara Soekarno Hatta Sudirman Baru.
"Ada terintegrasi KRL di Dukuh Atas. Nanti juga ada jalur kereta bandara (Sudirman Baru)," kata Dono.


Sumber Media Cetak : Media Indonesia, 7 Januari 2014.