Minggu, 06 Juli 2014

Lorena Tambah 100 Unit Bus AKAP

Perseroan akan mengoperasikan 50 unit tambahan bus AKAP khususnya untuk Lebaran. PERUSAHAAN otobus (PO), PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (Lorena), akan menambah 100 unit bus antarkota antarprovinsi (AKAP) pada tahun ini. Rencana itu direalisasikan melalui kemitraan dengan perusahaan otomotif asal Jerman, Mercedes-Benz.
Senior Technical Advisor Lorena Dwi Rianta Soerbakti atau yang akrab dipanggil Anta mengatakan perseroan telah menganggarkan dana modal sebesar Rp190 miliar untuk penambahan 100 unit bus AKAP tahun ini. Dana tersebut berasal dari pelaksanaan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

“Harga bus per unit sebesar Rp1,9 miliar,” kata dia seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2013 dan Paparan Publik Lorena di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, kemarin.
Menurut Anta, perseroan akan mengoperasikan 50 unit tambahan bus AKAP pada Juli tahun ini, khususnya untuk angkutan Hari Raya Idul Fitri. Sementara itu, sisa pengadaan bus baru akan digunakan pada semester II tahun ini. Penambahan tersebut akan meningkatkan tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) moda transportasi angkutan darat.
“Faktor tersebut bertujuan memberikan nilai tambah kepada konsumen serta daya saing untuk berkompetisi dengan perusahaan otobus lain,” tuturnya.

Anta mengatakan Lorena juga akan menetapkan kebijakan terkait dengan batas usia kendaraan. Untuk angkutan antarkota antarprovinsi jarak jauh, maksimal usia kendaraan lima hingga tujuh tahun. Sementara itu, untuk angkutan AKAP jarak menengah atau waktu perjalanan antara 8 jam dan 9 jam, usia kendaraan maksimal delapan hingga sembilan tahun.
“Lalu AKAP jarak pendek seperti Bogor Jakarta atau jarak tempuh tidak lebih dari 3 jam, maksimum usia kendaraan sepuluh tahun,“ terangnya. Saat ini, rata-rata usia kendaraan Eka Sari Lorena Transport sekitar 12,8 tahun.
Anta mengungkapkan pihaknya juga berencana menaikkan tarif sebesar 30% untuk angkutan pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Kebijakan itu untuk menutup biaya operasional perseroan. Ia meyakini tarif angkutan pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini memberikan margin keuntungan sebesar 20% dari pendapatan.
Menurutnya, kenaikan tarif moda transportasi angkutan darat merupakan wewenang Lorena yang masuk kategori bus nonekonomi. Sementara itu, harga yang diatur pemerintah hanyalah tarif AKAP kelas ekonomi.
Untuk angkutan Hari Raya Idul Fitri, Lorena sendiri menargetkan tingkat keterisian kursi sepanjang arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri mencapai 100%.

Target pendapatan Anta menjelaskan Eka Sari Lorena Transport menargetkan pendapatan sebesar Rp233,88 miliar pada tahun ini. Adapun laba usaha Rp45,71 miliar. “Laba bersih Rp28,98 miliar, lalu laba bruto Rp80,74 miliar.“
Direktur Operasional Lorena Suhadi menambahkan perseroan mengoperasikan sebanyak 22.354 unit bus pada 2013 lalu. Jumlah itu turun 16% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 26.568 unit.
Kondisi tersebut berdampak pada ketersediaan kursi yang hanya 847.123 unit pada 2013 lalu atau turun 15,99%. “Load factor sekitar 61% atau turun 3%,“ jelasnya.

Lorena membukukan pendapatan sebesar Rp154,31 miliar pada 2013 lalu atau turun 10,27% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp171,98 miliar. Angkutan AKAP berkontribusi sebesar Rp122,157 miliar pada total pendapatan perseroan 2013.
Sisanya dari sektor operasional Trans-Jakarta Rp32,15 miliar. (E-4) - Media Indonesia, 1 Juli 2014, Halaman 19