Senin, 07 Oktober 2013

Pembiayaan Segmen Mobil Bekas

Sejumlah perusahaan multifinance yang fokus pada pembiayaan mobil bekas tidak khawatir keberadaan mobil murah ramah lingkungan bakal menggerus lini bisnis mereka.
Ediyanto Djeragan, Direktur PT Reksa Finance, mengatakan dampak LCGC itu diperkiraka tidak terlalu besar karena portofolio perseroan pada saat ini didominasi untuk mobil komersil dengan porsi 70 persen.

Cabang-cabang Reksa di daerah juga walaupun ada 30 persen target pasarnya adalah used car passenger kemungkinan masih tetap memiliki peluang yang baik untuk tetap mendapatkan volume bisnis yang cukup." kata Ediyanto kepada Media Cetak Bisnis, Jumat 13/10/2013.

Mobil LCGC dianggap sebagai passenger car yang spesisifikasinya merupakan city car sehingga tidak sedikit wilayah di luar Ibukota Provinsi yang bukan menjadi target pasasr dari segmen ini. Ediyanto mengatakan manajemen Reksa Finance tidak menganggap LCGC secar khususnya hambatan. Namun, pihaknya tetap melakukan penyesuaian dalam hal patokan pembiayaan pokok utang mobil bekas. Kendari terdapat LCGC dan suku bungan acuan (BI Rate) naik menjadi 7,25 persen, Reksa Finance tetap yakin dalam menggapai targetnya pada tahun ini.

Perseroan menargetkan pernyaluran pembiayann Rp 700 miliar pada tahun ini atau tumbuh 75 perssen dibandingkan dengan Rp 400 miliar pada tahun 2012. "Hampir semua multifinance juga sudah mulai menaikkan bunga kreditnya, Reksa juga sudah merumuskan bunga baru yang akan dilepas ke pasar di pertengahan bulan ini." kata Ediyanto.

Reksa Finance merupakan perusahaan pembiayaan yang memiliki relasi dengan Charoen Phokpand, korporasi yang memproduksi pakan ternak, bahan makanan siap masak seperti nugget ayam, sosis hingga bakso.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama PT Batavia Prosperindo Finance Tbk Markus Dinarto Pranoto mengatakan pihaknya juga tak khawatir akan keberadaan LCGC. Pasalnya, pembiayaan antara mobil penumpang dan mobil komersil hampir seimbang dengan porsi masing masing 50 persen.
Jenis mobil bekas yang dibiayai Batavia Prosperindo lebih banyak untuk merek Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia. Spesifikasi mobil itu dianggap berbeda dengan LCGC yang telah dilepas ke pasar.

"Mungkin tidak akan ada pengaruhnya," katanya. Pihaknya tidak akan merevisi target pembiayaan pada tahun ini. Berdasarkan catatan Media Cetak Bisnis, perusahaan membidik pertumbuhan pembiayaan sekitar 30 persen pada tahun ini dibandingkan dengan Rp 835 miliar pada tahun 2012.
Cornelius Henry, Direktur PT BFI Finance Tbk, mengatakan pihaknya belum dapat melihat dampak keberadaan LCGC ini kepada pembiayaan mobil bekas. Konsumen dinilai akan membandingkan kedua jenis mobil ini. "Sebelum memutuskan beli low cost car atau second hand. Pasti ada plus minus," kata Cornelius.

Sumber Media Cetak Bisnis, 14 September 2013.