Jumat, 10 Oktober 2014

PT Trans-Jakarta dan Kopaja belum Sepakat

PENGGUNAAN tiket elektronik atau e-ticket antara Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) dan PT Trans-Jakarta masih berpolemik. Akibatnya, pengguna transportasi massal keduanya mengeluh karena harus membayar dua kali jika ingin menaiki Kopaja AC dari halte bus Trans-Jakarta.Pengguna harus membayar untuk masuk ke halte bus Trans-Jakarta dan membayar kembali ke kondektur bus Kopaja saat menaiki angkutan umum itu.

Sistem e-ticketing oleh PT Trans-Jakarta sudah mulai diberlakukan di empat koridor, yaitu Koridor 1 yang melayani rute Blok M-Kota serta di halte-halte utama di Koridor 7, 9, dan 11. Di Koridor 1, jalur bus TransJakarta dilewati juga oleh bus milik Kopaja dan angkutan perbatasan terintegrasi bus Trans-Jakarta (APTB). Permasalahan itu pun diakui Direktur Utama PT Trans-Jakarta, AS Kosasih. Dia mengatakan bahwa pihaknya telah mengulurkan tangan untuk membuat sistem eticketing bagi Kopaja.

“Kopaja itu janji sama kita, kita sudah buka gate kita agar dia bisa masuk. Sebetulnya yang benar, dia punya e-ticketing sendiri. Jadi pengguna melakukan tap Rp6.000, orang masuk ke (halte) dan langsung naik busnya, tidak perlu bayar lagi. Nah, selama ini dia yang agak lambat dalam beralih ke e-ticketing,“ kata Kosasih.

Kosasih menjelaskan, untuk mengalihkan Kopaja dari sistem tiket kertas ke tiket elektronik, diperlukan tiket elektronik yang berbeda dengan yang digunakan untuk bus Trans-Jakarta. Hal itu disebabkan bus Trans-Jakarta dan Kopaja memiliki tarif yang berbeda.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta Emanuel Kristianto mengatakan sampai saat ini pertemuan secara langsung antara PT Trans-Jakarta dan Kopaja yang difasilitasi pihaknya untuk membicarakan mekanisme e-ticketing bagi Kopaja belum terlaksana.

“Kita sudah undang pihak Kopaja tiga kali untuk bertemu PT Trans-Jakarta, tapi belum bisa bertemu hingga sekarang. Saya pun tidak tahu pihak Kopaja bagaimana,“ kata Emanuel ketika dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Namun, Emanuel membantah bahwa pihak Kopaja menghambat proses eticketing. Menurutnya, Kopaja hanya belum menemukan sistem yang tepat bagi mereka sendiri. (Put/J-4) Media Indonesia, 9/10/2014, hal :9